Senin, 28 Maret 2011

Tokyo Sky Tree : Menara Tertinggi Kedua Di Dunia

          Jepang akan segera memiliki simbol kebanggaan baru. Tokyo Sky Tree, yang akan dinobatkan sebagai menara tertinggi kedua di dunia, telah mencapai puncak penuhnya setinggi 634 meter minggu ini.

Tokyo Sky Tree

          Pembangunan Tokyo Sky Tree yang dicanangkan oleh Tobu Railway dan NHK pada tanggal 14 July 2008 itu terus berlanjut meskipun gempa bumi dahsyat mengguncang Tokyo berkali-kali dalam dua minggu terakhir ini.

          Walaupun proyeknya belum selesai, menara ini sanggup menahan gempa sekuat 8,9 SR pada 11 Maret lalu. Gempa yang disusul oleh tsunami maha dahsyat itu rupanya tidak menyebabkan kerusakan struktur pada Sky Tree ataupun menyebabkan cedera pada 500 orang yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi pada hari itu. Padahal di sisi lain, antena di atas Tokyo Tower (333 meter) bengkok akibat gempa.

          Menara yang pembangunannya menggunakan desain rangka baja anti-seismik dan menerapkan teknologi anti-gempa pada pondasinya itu memang patut dicontoh oleh proyek-proyek bangunan tinggi di seluruh dunia.

          Canton Tower, menara setinggi 600 meter yang berlokasi di China, yang baru saja dinobatkan sebagai menara tertinggi kedua di dunia setelah peresmiannya dilakukan pada September 2010 lalu, akhirnya harus menyerahkan "mahkotanya" kepada Tokyo Sky Tree.


Tokyo Sky Tree


          Kenapa Tokyo Sky Tree dibangun? Karena jaringan televisi Jepang akan beralih sepenuhnya menggunakan transmisi digital pada awal 2012, sehingga Tokyo Sky Tree akan mengambil alih siaran televisi dari Tokyo Tower, yang telah melayani para pemirsa di Jepang selama 52 tahun.

          Mega proyek yang menelan biaya Rp. 6,8 Triliun itu akan rampung pada akhir tahun 2011 ini dan menjadikan Tokyo Sky Tree bangunan tertinggi kedua di muka bumi, satu tingkat dibawah sang pencakar langit Burj Khalifa di Dubai yang mempunyai ketinggian 828 meter.

          Tokyo Sky Tree sengaja dibangun dengan ketinggian 634 meter agar mudah diingat oleh warga Jepang, karena angka 6 (mu / む・っつ), 3 (sa / さ), 4 (shi / し) berarti "Musashi".

Minggu, 13 Maret 2011

Gempa 8,9 Skala Richter, Tsunami Setinggi 7 Meter, Jepang Berduka

Bumi kembali menunjukkan kekuatannya yang maha dashyat.

Sebuah gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter mengguncang Samudera Pasifik, dekat dengan bagian utara Jepang sekitar pukul 14:46 (waktu Tokyo) pada tanggal 11 Maret 2011 kemaren menyebabkan gelombang tsunami setinggi 7 meter yang menyapu habis prefektur Miyagi tanpa ampun.


Gempa dan Tsunami di Jepang


Pemadaman listrik terjadi dihampir seluruh pulau Hokkaido. Kerusakan terparah diperkirakan terjadi di kota Sendai, prefektur Miyagi, daerah yang paling dekat dengan pusat gempa. Polisi mengatakan 200 hingga 300 mayat ditemukan tergeletak dan mengambang di pantai timur laut Sendai. 547 orang telah dilaporkan hilang oleh keluarga mereka dan 798 orang terluka parah.

Kepanikan melanda semua orang karena Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa gelombang tsunami bisa menghantam seluruh area pesisir pantai di Jepang. Besarnya gempa di lepas pantai dengan kekuatan 8,9 Skala Richter adalah gempa yang memicu tsunami setinggi tujuh meter, diikuti lebih dari 50 gempa susulan dengan kekuatan rata-rata 6 Skala Richter selama beberapa jam kemudian.

Yang masih menjadi misteri adalah adanya sebuah gempa berkekuatan 6,6 Skala Richter yang menggetarkan daerah pegunungan bagian pusat Jepang - jauh dari episentrum gempa pertama. Tidak jelas apakah gempa terakhir ini ada hubungannya atau tidak dengan gempa yang mengguncang seluruh Samudera Pasifik.


Gempa dan Tsunami di Jepang Gempa dan Tsunami di Jepang

Gempa dan Tsunami di Jepang Gempa dan Tsunami di Jepang

Gempa dan Tsunami di Jepang Gempa dan Tsunami di Jepang

Gempa dan Tsunami di Jepang Gempa dan Tsunami di Jepang


Terputusnya jaringan telekomunikasi, terhentinya jaringan rel kereta Shinkansen, dan banyaknya orang-orang yang masih belum berani masuk ke dalam gedung bertingkat di Tokyo menyebabkan kota termahal di dunia ini lumpuh total sampai sekarang.

Para ilmuwan mengatakan gempa bumi kemaren menduduki peringkat kelima terbesar di dunia sejak tahun 1900 dan hampir 8.000 kali lipat lebih kuat dari gempa yang menghancurkan kota Christchurch, Selandia Baru, pada bulan lalu.

Koto Fujikawa, salah satu penduduk kota Tokyo, yang menyebut dirinya sangat beruntung masih bisa bernapas mengatakan, "Kami sudah sering dilanda gempa dan tsunami, tapi yang kali ini benar-benar membuat kami takut."

Bayangkan, dalam satu kota saja, yaitu kota Minamisoma di prefektur Fukushima, ada 1.800 rumah hilang entah kemana.


Gempa dan Tsunami di Jepang

Gempa dan Tsunami di Jepang


Gempa bumi yang tercatat sebagai gempa terbesar dalam sejarah Jepang ini memicu peringatan tsunami bagi negara-negara di seluruh samudra Pasifik, termasuk Indonesia.

Mari kita doakan musibah ini tidak akan berlanjut dan orang-orang di Jepang sana bisa berkumpul lagi bersama keluarga mereka. Amin.

Jumat, 11 Maret 2011

Gempa 8,9 Skala Richter, Tsunami Setinggi 7 Meter, Jepang Berduka



          Sebuah gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter mengguncang Samudera Pasifik, dekat dengan bagian utara Jepang sekitar pukul 14:46 (waktu Tokyo) pada tanggal 11 Maret 2011 kemaren menyebabkan gelombang tsunami setinggi 7 meter yang menyapu habis prefektur Miyagi tanpa ampun.


Gempa dan Tsunami di Jepang


          Pemadaman listrik terjadi dihampir seluruh pulau Hokkaido. Kerusakan terparah diperkirakan terjadi di kota Sendai, prefektur Miyagi, daerah yang paling dekat dengan pusat gempa. Polisi mengatakan 200 hingga 300 mayat ditemukan tergeletak dan mengambang di pantai timur laut Sendai. 547 orang telah dilaporkan hilang oleh keluarga mereka dan 798 orang terluka parah.

          Kepanikan melanda semua orang karena Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa gelombang tsunami bisa menghantam seluruh area pesisir pantai di Jepang. Besarnya gempa di lepas pantai dengan kekuatan 8,9 Skala Richter adalah gempa yang memicu tsunami setinggi tujuh meter, diikuti lebih dari 50 gempa susulan dengan kekuatan rata-rata 6 Skala Richter selama beberapa jam kemudian.

          Yang masih menjadi misteri adalah adanya sebuah gempa berkekuatan 6,6 Skala Richter yang menggetarkan daerah pegunungan bagian pusat Jepang - jauh dari episentrum gempa pertama. Tidak jelas apakah gempa terakhir ini ada hubungannya atau tidak dengan gempa yang mengguncang seluruh Samudera Pasifik.


Gempa dan Tsunami di Jepang Gempa dan Tsunami di Jepang

Gempa dan Tsunami di Jepang Gempa dan Tsunami di Jepang

Gempa dan Tsunami di Jepang Gempa dan Tsunami di Jepang

Gempa dan Tsunami di Jepang Gempa dan Tsunami di Jepang


          Terputusnya jaringan telekomunikasi, terhentinya jaringan rel kereta Shinkansen, dan banyaknya orang-orang yang masih belum berani masuk ke dalam gedung bertingkat di Tokyo menyebabkan kota termahal di dunia ini lumpuh total sampai sekarang.

          Para ilmuwan mengatakan gempa bumi kemaren menduduki peringkat kelima terbesar di dunia sejak tahun 1900 dan hampir 8.000 kali lipat lebih kuat dari gempa yang menghancurkan kota Christchurch, Selandia Baru, pada bulan lalu.

          Koto Fujikawa, salah satu penduduk kota Tokyo, yang menyebut dirinya sangat beruntung masih bisa bernapas mengatakan, "Kami sudah sering dilanda gempa dan tsunami, tapi yang kali ini benar-benar membuat kami takut."

Bayangkan, dalam satu kota saja, yaitu kota Minamisoma di prefektur Fukushima, ada 1.800 rumah hilang entah kemana.


Gempa dan Tsunami di Jepang

Gempa dan Tsunami di Jepang


Gempa bumi yang tercatat sebagai gempa terbesar dalam sejarah Jepang ini memicu peringatan tsunami bagi negara-negara di seluruh samudra Pasifik, termasuk Indonesia.

Mari kita doakan musibah ini tidak akan berlanjut dan orang-orang di Jepang sana bisa berkumpul lagi bersama keluarga mereka. Amin.