Minggu, 24 April 2011

Tokyo Sky Tree Ditemukan Di Lukisan Buatan 1831

Anda tahu Tokyo Sky Tree, menara tertinggi di Jepang dan tertinggi kedua di dunia saat ini?

Tokyo Sky Tree

          Sebuah bangunan yang mirip dengan Tokyo Sky Tree ditemukan di sebuah lukisan tua yang dibikin pada tahun 1831 oleh Kuniyoshi Utagawa (1 January 1798 - 14 April 1861), salah satu mahaguru seni lukis Jepang.

          Di sisi kiri lukisan yang berjudul "Toto Mitsumata no Zu" (Pemandangan Di Mitsumata, Tokyo) terdapat sebuah bangunan tinggi, padahal pada tahun 1831 belum ada bangunan setinggi itu. Dan yang paling penting...

          "Waktu itu, ada aturan yang melarang orang-orang membangun bangunan yang lebih tinggi dari Istana Edo," kata direktur museum Fumio Saito. "Menara dalam lukisan ini memang berdiri kokoh di kota Edo (sekarang Tokyo). Sangat mengejutkan melihat kreativitas yang luar biasa dari seorang seniman jaman dahulu. Sepertinya ia memprediksi pembangunan Tokyo Sky Tree di daerah tersebut."

Lukisan tua tahun 1831

Lukisan tua tahun 1831

Rabu, 20 April 2011

Kaisar Jepang Mengunjungi Para Pengungsi

          Kaisar Jepang dan istrinya mengunjungi sebuah tempat penampungan gempa dan tsunami baru-baru ini. Sebuah pemandangan yang amat sangat jarang terjadi dimana sang Kaisar berlutut di atas tikar untuk menghibur para pengungsi...

Kaisar dan Permaisuri Jepang

          Ini adalah pertama kalinya sang Kaisar yang berusia 77 tahun, yang jarang terlihat di depan umum apalagi berhadap-hadapan langsung dengan warga biasa, melakukan kunjungan resminya ke daerah yang dilanda bencana kembar; gempa dan tsunami pada 11 Maret lalu.

          Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko berbicara dengan sangat pelan bersama para korban yang selamat, memberikan dukungan moril kepada mereka agar tetap bersabar dan pantang menyerah dalam menghadapi musibah ini. Tidak sedikit yang membungkuk dalam rasa syukur sambil menyeka air mata mereka.

          Dengan berpakaian santai, pasangan berambut kelabu nan berwibawa ini mengunjungi dua tempat penampungan di Asahi, sekitar 55 mil dari kota Tokyo, menatap sedih pada tempat yang tadinya berdiri ratusan rumah tapi sekarang rata dengan tanah.

          Hampir 140.000 orang telah kehilangan rumah mereka dalam bencana atau diperintahkan untuk tetap tinggal di tempat penampungan. TEPCO, perusahaan pembangkit listrik terbesar ke 4 di dunia, diperintahkan oleh pemerintah Jepang untuk segera memberikan ganti rugi sebesar 1 juta yen (atau sekitar Rp. 100 juta) untuk setiap kepala keluarga dan 750 ribu yen (atau sekitar Rp. 75 juta) untuk setiap individu yang terpaksa mengungsi dari Fukushima.

          Uang ganti rugi tersebut baru tahap awal dari sekian banyak kewajiban dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh pihak TEPCO.

Senin, 18 April 2011

Tokyo Disneyland Siap Dibuka Kembali

          Tokyo Disneyland, taman rekreasi terbesar di Jepang yang sempat ditutup setelah gempa bumi dan tsunami menimpa Jepang pada 11 Maret lalu, dinyatakan siap untuk dibuka kembali pada bulan April ini.


Tokyo Disneyland


          Pada saat gempa, terdapat 69.000 pengunjung sedang berada di dalam area Disneyland dan sekitar 30.000 orang menginap satu sampai dua malam di dalamnya dengan fasilitas yang diberikan oleh pihak pengelola tanpa dikenakan biaya apapun.

          Oriental Land, perusahaan pengelola Disneyland di Tokyo belum menetapkan tanggal pastinya karena masih memikirkan masalah pemadaman listrik bergilir yang diterapkan oleh pemerintah. Saat ini Jepang memang sedang kekurangan pasokan listrik setelah reaktor Fukushima Daiichi meledak.

          Sebagai perbandingan saja, ketika semua fasilitas Disneyland beroperasi secara normal, mereka menggunakan tenaga listrik yang cukup untuk memasok 57.000 rumah tangga dalam satu hari. Wow.

          Demi membantu usaha pemerintah dalam menghemat listrik sekaligus tidak kehilangan pendapatan, Oriental Land mempertimbangkan beberapa pilihan yaitu memperpendek jam operasional, menutup beberapa tempat bermain atau membuka hanya satu taman saja.